Pembelajaran Mandiri

Ciri-Ciri Belajar Mandiri Menurut Para Ahli

Ciri-Ciri Belajar Mandiri Menurut Jerold E Kemp

Ciri Ciri Program Belajar Mandiri, meliputi hal-hal berikut :

  1. Kegiatan belajar untuk siswa dikembangkan dengan cermat dan rinci. Pengajaran sendiri berlangsung dengan baik apabila bahan disusun menjadi langkah-langkah yang terpisah dan kecil, masing-maing membahas satu konsep tunggal atau sebagian dari bahan yang diajarkan. Besar langkah bisa berbeda-beda, namun urutannya perlu diperhatikan dengan teliti.
  2. Kegiatan dan sumber pengajaran dipilih dengan hati-hati dengan memperhatikan sasaran pengajaran yang dipersyaratkan.
  3. Penguasaan pembelajar terhadap setiap langkah harus diperiksa sebelum ia melanjutkan ke langkah berikutnya.
  4. Apabila muncul kesulitan, pembelajar mungkin perlu mempelajari lagi atau meminta bantuan pengajar. Jadi, pembelajar secara terus-menerus ditantang, harus menyelesaikan kegiatan yang diikutinya, langsung mengetahui hasil belajar atau usahanya, dan merasakan keberhasilan.

Ciri-Ciri Belajar Mandiri Menurut Haris Mudjiman

Ciri-ciri belajar mandiri dapat dilihat dari sumber belajar yang digunakan, tempat belajar, waktu belajar, tempo dan irama belajar, cara belajar, dan evaluasi hasil belajar akan diuraikan sebagai berikut :

  1. Sumber Belajar

Belajar mandiri dapat menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang bersifat self instructional, dapat juga teknologi informasi seperti internet.

  1. Tempat Belajar

Belajar mandiri dapat dilakukan dimana saja yang kondusif untuk belajar seperti di sekolah, rumah, perpustakaan dan sebagainya.

  1. Waktu Belajar

Belajar mandiri dapat dilakukan setiap waktu yang dikehendaki pebelajar.

  1. Tempat dan irama belajar

Kegiatan dan intensitas belajar ditentukan sendiri oleh pebelajar sesuai kemampuan, kebutuhan dan kesempatan .

  1. Cara belajar

Cara belajar ditentukan dengan kesesuaian leh tipe belajar pembelajar dan keampuan belajarnya.

  1. Evaluasi Hasil Belajar

Evaluasi hasil belajar mandiri dilakukan oleh pebelajar sendiri dengan membandingkan antara tujuan belajar dan hasil belajar yang dicapainya, pembelajar akan mengetahui sejauh mana keberhasilannya.

Proses Belajar Mandiri

  1. Menetapkan Tujuan

Pembelajar memilih atau berpartisipasi dalam memilih, untuk bekerja demi sebuah tujuan penting, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, yang bermakna bagi dirinya maupun orang lain.

  1. Membuat Rencana

Pembelajar menetapkan langkah-langkah untuk mencapai tujuan mereka. Merencanakan disini meliputi melihat lebih jauh ke depan dan memutuskan bagaimana cara untujk berhasil. Rencana yang diputuskan siswa tergantung pada apakah mereka ingin menyelesaikan masalah, menentukan persoalan, atau menciptakan suatu proyek.

Rencana yang dibuat seseorang bergantung pada tujuannya. Baik tujuan tersebut melibatkan penyelesaian masalah, menyelesaikan persoalan tersebut, semuannya membutuhkan pengambilan tindakan, mengajukan pertanyaan, membuat pilihan, mengumpulkan dan menganalisa informasi, serta berfikir secara kritis, dan kritis. Kemampuan untuk melakukan hal-hal tersebut memungkinkan keberhasilan pembelajaran mandiri.

  1. Mengikuti Rencana Dan Mengukur Kemajuan Diri

Dari semula, pembelajar tidak hanya menyadari tujuan mereka, tetapi mereka juga harus menyadari keahlian akademik mereka yang harus dikembangkan serta kecakapan yang diperoleh dalam proses belajar mandiri. Selain proses tersebut mereka harus mengevaluasi seberapa baik rencana mereka berjalan.

  1. Membuahkan Hasil Akhir

Pembelajar mendapatkan suatu hasil baik yang tampak maupun yang tidak tampak bagi mereka. Ada ribuan cara untuk menampilkan hasil-hasil dari pembelajaran mandiri. Yang paling jelas adalah sebuah kelompok mungkin menghasilkan portofolio, dan dapat pula memberikan informasi menggunakan grafik, tampil untuk mempresentasikan hasil belajar mereka dan siap dikomentari oleh pembelajar yang lainnya.

  1. Menunjukkan Kecakapan Melalui Penilaian Autentik

Para pembelajar menunjukkan kecakapan terutama dalam tugas-tugas yang mandiri dan autentik. Dengan menggunakan standart nilai dan penunjuk penilaian untuk menilai portofolio, jurnal, presentasi, dan penampilan pembelajar sehingga pengajar dapat memperkirakan tingkat pencapaian akademik mereka. Sebagai tambahan penilaian autentik menunjukkan sedalam apakah proses belajar mengajar yang diperoleh siswa dari pembelajaran mandiri tersebut. Proses belajar mandiri adalah proses yang kaya, bervariasi, dan menantang. Keefektifan bergantung tidak hanya pada pengetahuan dan dedikasi pembelajar, tetapi juga dedikasi dan keahlian pengajar.