Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Sebagai Akselerasi Revolusi 4.0

Siapa yang tidak khawatir dengan adanya virus Covid-19? Setiap orang tentunya mengalami kekhawatiran yang besar, ditunjukkan dengan melakukan panic buying serta ketakutan saat dirinya tertular dan harus menjalani isolasi selama beberapa hari.  Begitu juga dengan para pelajar yang kebingungan dengan proses belajarnya sehingga harus mengikuti prosedur untuk pembelajaran jarak jauh.

Belajar Daring Bukanlah Hal Yang Baru

Diketahui bahwa pembelajaran secara jarak jauh atau melalui daring bukanlah hal yang baru lagi, terutama bagi kalangan mahasiswa. Pengalaman seperti ini kerap kali dialami oleh mahasiswa. Di mana para dosen harus melakukan beberapa aktivitas di luar kota bahkan di luar negeri untuk beberapa hari. Sehingga, belajar secara jarak jauh dengan menggunakan teknologi pun menjadi solusinya.

Namun, jika urusan dosen sudah terselesaikan, maka mahasiswa pun bisa kembali belajar di kelas dan bertatap muka dengan dosen untuk mendengarkan ceramahnya serta berdiskusi. Berbeda dengan masa pandemi ini yang menetapkan belajar secara jarak jauh dalam masa yang cukup lama.

Sehingga, walaupun sudah terbiasa untuk belajar daring, tetapi hal ini juga menimbulkan tantangan bagi mahasiswa dalam menjalani studinya yang mengalami keterbatasan. Apalagi untuk mahasiswa yang berada di semester akhir dan sedang mengerjakan tugas akhirnya. Di mana pada momen inilah mahasiswa benar-benar membutuhkan konsultasi dengan dosen lebih sering, harus mencari referensi di perpustakaan, serta mencari tempat yang nyaman untuk mengerjakan. Dan semua aktivitas tersebut benar-benar dibatasi secara ketat.

Masa Pandemi Menyulitkan Mahasiswa Dalam Menjalani Pembelajaran Praktik

Jika pembelajaran mahasiswa lebih dominan pada materi dengan memberikan ceramah, maka hal ini tidak masalah jika dilakukan secara daring di masa pandemi ini. Di mana dosen bisa bertemu secara virtual dengan para mahasiswanya melalui berbagai aplikasi, seperti Zoom. Atau setelah itu memberikan file, baik berupa Power Point atau Microsoft Word untuk dipelajari sendiri.

Namun, akan sangat berbeda jika pembelajaran mahasiswa lebih dominan dengan kegiatan praktik untuk jurusan-jurusan tertentu. Misalnya saja jurusan kedokteran yang harus melakukan serangkaian praktik medis, jurusan broadcasting yang lebih banyak terjun ke lapangan untuk meliput atau menciptakan video, dan sebagainya.

Jika hal tersebut dilakukan secara daring atau melalui sebuah group chat saja, maka mau tidak mau mahasiswa harus bisa dengan cepat untuk memahaminya dan mengaplikasikannya.

Pandemi Mampu Mengakselerasi Revolusi 4.0

Presiden Joko Widodo pernah mengatakan di dalam acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 yang diselenggarakan pada 4 April 2018 di Jakarta bahwa ini merupakan program dari pemerintah untuk bisa menanggapi revolusi industri 4.0 dan mulai dari hari ini Making Indonesia 4.0 ditetapkan sebagai salah satu agenda nasional Bangsa Indonesia menuju 10 besar dari ekonomi dunia di tahun 2030.

Di mana Making Indonesia 4.0 sendiri merupakan bagian dari tuntutan global yang sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Dan di tahun 2020 inilah dimana pandemi Covid-19 hadir di tengah-tengah masyarakat dunia termasuk Indonesia telah banyak memberikan perubahan sistem di hampir semua bidang, salah satunya bidang pendidikan.

Di masa pandemi inilah pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan penggunaan teknologi informasi harus dilakukan oleh semua pelajar, termasuk mahasiswa. Penggunaannya pun tidak dilakukan secara tanggung-tanggung dan pembelajaran seperti ini dilakukan sepenuhnya secara online. Hal ini pun mempercepat dari revolusi industri 4.0 itu sendiri yang ditargetkan pada tahun 2030.

Meski begitu, kesulitan-kesulitan sebenarnya masih dirasakan oleh sebagian mahasiswa, salah satunya dalam menggunakan peralatan untuk menunjang pembelajaran secara jarak jauh. Sehingga, penting sekali untuk diberikan dukungan serta pelatihan agar bisa menyesuaikan dengan pembelajaran model baru tersebut.

Dan juga dari pihak universitas atau pihak pengajar juga turut berupaya untuk mengembangkan inovasi di dalam menciptakan pembelajaran yang bersifat jarak jauh, namun tetap bisa membangun interaksi antara mahasiswa dan dosen. Misalnya saja dengan menggunakan e-learning, yang mana dosen bisa mengirimkan file materi, tugas, atau pun melakukan diskusi dengan para mahasiswanya. Sehingga dalam hal ini penggunaan teknologi benar-benar bisa dimaksimalkan.

Dengan begitu, walaupun pembelajaran jarak jauh bukanlah hal yang asing lagi bagi para mahasiswa, namun di masa pademi ini pembelajaran secara daring dilakukan secara penuh. Sehingga, hal ini sekaligus menjadi bagian dari akselerasi revolusi 4.0 yang dominan dengan memanfaatkan teknologi. (Amarulloh / amrul.id )

Leave a Reply

Your email address will not be published.