3 Metode Pembelajaran Tetap Dilaksanakan Di Tengah Pandemi

Covid-19 merupakan virus menular yang saat ini tengah mewabah di beberapa negara dan menyebabkan terjadinya infeksi pada saluran pernapasan manusia. Sektor pendidikan adalah salah satu yang terkena dampak dari adanya pandemi ini yang mau tidak mau harus mengalami perubahan berupa model pembelajaran masa pandemi di seluruh jenjang pendidikan.

Pendidikan harus terus dijalankan apapun kondisinya, pendidikan merupakan hal terpenting di dalam kehidupan yang akan membentuk kemampuan dasar setiap orang. Sehingga hal tersebut akan mampu menciptakan manusia yang memiliki daya pikir, daya intelektual, serta emosional yang baik. Menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi setiap orang, sehingga dalam keadaan apapun, pendidikan harus tetap dijalankan, termasuk di masa pandemi ini.

Walaupun pembelajaran tidak bisa dilakukan seperti biasanya di sekolah dengan bertatap muka, antara murid bisa saling berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas, kini semua kegiatan tersebut harus dihentikan untuk batas waktu yang belum diketahui. Namun, hal ini tidak bisa menjadi alasan agar murid-murid juga menghentikan belajarnya.

Melalui Kemdikbud yang disampaikan kepada seluruh tenaga pengajar, proses pembelajaran tetap harus dilaksanakan dengan metode yang berbeda. Di mana keberadaan teknologi harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin agar murid-murid bisa tetap mendapatkan hal pendidikannya walaupun hanya dari rumah masing-masing.

Tenaga Pendidik Dituntut Kreatif Dan Melek Teknologi

Tidak bisa dipungkiri bahwa di masa pandemi ini, tenaga pendidik pun dituntut untuk selalu kreatif menciptakan model pembelajaran masa pandemi yang menarik dan bermanfaat serta dituntut untuk melek teknologi. Karena sebagian besar pembelajaran akan melibatkan teknologi di dalamnya.

Meskipun banyak yang berpandangan bahwa masa pandemi ini menimbulkan kesulitan yang sangat besar, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk bisa diambil hikmahnya. Di mana tenaga pengajar bisa mempelajari lebih maksimal di dalam memberikan materi pembelajaran yang kreatif dan bermanfaat meski tidak bertemu langsung dengan para muridnya.

Begitu pun dengan murid-murid yang belajar di rumah. Di mana mereka memiliki banyak waktu untuk mengeksplor diri di rumah dan mempelajari hal-hal baru. Misalnya seperti mengenal teknologi yang sekaligus sebagai media pembelajaran terpenting selama mendapatkan pembelajaran secara jarak jauh. Karena tidak jarang guru akan memberikan tugas berupa pembuatan video, seperti menyanyi atau melakukan gerakan-gerakan tertentu. Dan dari orang tua juga bisa lebih maksimal di dalam memonitor aktivitas anaknya sehari-hari selama di rumah.

Model Pembelajaran Di Masa Pandemi

Untuk bisa tetap belajar di tengah pandemi, maka tenaga pengajar pun harus berusaha untuk dapat menciptakan metode-metode belajar yang cocok untuk murid serta menyenangkan. Metode-metode tersebut berupa:

1. Daring (Dalam Jaringan)

Metode daring ini banyak digunakan oleh para tenaga pengajar di dalam mengajar murid-muridnya di rumah. Seperti memberikan pembelajaran video, dan sebagainya. Namun, di saat pagi hingga sore hari mayoritas orang tua bekerja di luar rumah. Sehingga untuk murid-murid terutama jenjang SD tidaklah memiliki android. Dengan begitu, guru bisa memutar otak dengan mengganti waktu pemberian pembelajaran daring saat malam hari misalnya. Ketika orang tua sudah pulang kerja.

2.Luring (Luar Jaringan)

Metode luring ini bisa dipilih asalkan dengan beberapa persyaratan. Yakni dengan melihat zonasi, mematuhi protokol kesehatan, mengurangi jumlah murid atau melakukan sistem shift, mengurangi waktu belajar, serta tanpa adanya kegiatan selain belajar seperti ekstrakurikuler. Sehingga setelah pembelajaran, murid harus langsung pulang ke rumahnya. Hal ini dalam upaya untuk menghindari kerumunan yang menimbulkan adanya risiko penularan Covid-19. Namun untuk zona yang merah, maka pembelajaran secara luring ini tidaklah dianjurkan.

3.Home Visit

Metode ini adalah guru mendatangi siswa di rumahnya tanpa melupakan protokol kesehatan. Guru bisa melakukannya secara bergantian untuk mendatangi setiap rumah muridnya. Atau beberapa murid yang tinggal berdekatan bisa disatukan di salah satu rumah lalu guru mengunjunginya untuk belajar bersama, namun dengan tetap membatasi jumlahnya agar tidak terlalu banyak.

Dengan begitu, keberadaan metode pembelajaran masa pandemi tersebut bisa menjadi alternatif ketika pembelajaran seperti biasanya di sekolah belum bisa dilaksanakan. Bahkan dari ketiga metode tersebut bisa dilakukan semua secara bergantian untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada murid-murid. (Amarulloh / amrul.id )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *